Saat ini, penikmat kopi (coffee enthusiasts) datang dari berbagai kalangan dan sudah tidak memiliki batasan usia. Kreativitas dalam meracik kopi pun semakin seru dan bervariasi. Berikut adalah beberapa tren racikan kopi terkini.

 

Kopi punya banyak sekali penggemar dari seluruh penjuru dunia. Dunia ‘perkopian’ juga semakin berkembang, karena didukung teknologi alat pembuatan kopi yang semakin bervariasi. Belum lagi pilihan biji kopinya yang begitu beragam, kita bisa memilih kopi dari berbagai daerah penghasil kopi terkenal di dunia, termasuk juga dari Indonesia, seperti kopi Aceh, Toraja, Flores, atau Bali.

 

Makin unik, makin menarik

Mungkin Anda tipe orang yang menyukai kopi hitam pekat ala espresso, atau justru menyukai jenis latte dengan tambahan gula dan susu. Namun kreasi racikan kopi terkini pun sekarang sudah banyak ditemukan. Para pecinta kopi pun semakin tertantang untuk membuat racikan yang lebih unik dan menarik. Ini dia beberapa diantaranya yang menjadi tren terkini:

 

1. Cold brew coffee

Berbeda dengan metode peracikan kopi yang menggunakan air panas, cold brew coffee tidak menggunakan air panas sama sekali. Caranya, masukkan bubuk kopi hasil penggilingan biji kopi ke dalam sebuah wadah minuman yang cukup besar (jug). Isi dengan air dingin dengan perbandingan 1:5 atau contoh lainnya menggunakan 1 liter air untuk 100 g kopi.

 

Diamkan selama 12-16 jam, bisa dalam temperatur ruangan atau masukkan ke dalam kulkas. Air akan menyerap minyak, kafein, maupun aroma dari bubuk kopi. Jangan dibiarkan lebih dari 20 jam karena racikannya akan terasa terlalu kuat/pekat. Saring dan buang ampasnya, kopi sudah siap untuk dinikmati.

 

2. Bulletproof coffee

Beberapa orang mungkin akan menganggap kopi ini adalah campuran yang aneh, namun bagi beberapa orang, kopi temuan Dave Asprey ini dianggap dapat memberi tambahan energi di pagi hari. Sebenarnya racikan kopi ini sangat sederhana, hanya dengan ‘mencemplungkan’ sepotong butter (mentega, dari lemak hewani) ke dalam kopi hitam panas, sehingga rasanya sedikit gurih. Jenis kopi ini sangat populer di kalangan selebriti.

 

3. Flat white

Racikan kopi yang pertama kali muncul di Benua Kanguru ini juga ikut meramaikan tren kopi ‘kekinian’. Hampir mirip dengan cappuccino, busa susu dari flat white benar-benar flat alias rata dengan permukaan cangkir. Cara membuatnya adalah memasukkan kopi double ristretto ke dalam cangkir, kemudian diberi busa susu (frothed milk) hingga rata sampai permukaan cangkir. Ristretto adalah kopi espresso yang sangat pekat. Walaupun ada susunya, jangan bayangkan rasanya sama dengan kopi latte karena flat white lebih terasa ‘kuat’ kopinya dibandingkan latte.

 

4. Sparkling nitro coffee

Meracik kopi yang satu ini tergolong proses yang panjang dan unik, selain itu, Anda perlu bantuan mesin pembuat kopi serta nitrogen (bahan memasak yang sering digunakan dalam molecular gastronomy). Caranya, cairan nitrogen dituangkan di atas kopi dingin, sehingga menghasilkan busa, gelembung udara, dan kopi yang creamy. Cocok untuk Anda yang menyukai kopi dengan rasa ‘futuristik’.

Meracik kopi sendiri di rumah, perlu kehati-hatian

Saat meracik kopi sendiri, biasanya kita akan berurusan dengan cairan yang panas, terutama jika menggunakan mesin kopi besar. Kalau kita kurang berhati-hati, maka kulit tangan dapat terkena cairan panas sehingga terjadi luka bakar. Jika hal tersebut terjadi, segera taruh area yang terbakar di bawah air mengalir selama kurang lebih 15 menit, agar panas tidak menyebar.

 

Setelah itu, oleskan MEBO untuk membantu meringankan luka bakar  akibat tersiram air panas. MEBO merupakan salep luka bakar dengan aroma minyak wijen,  yang bermanfaat untuk luka bakar ringan.

 

Referensi:

·       https://www.thecoffeemate.co.uk/blog/6-trends-every-coffee-lover-should-know/

·       https://www.villeroy-boch.co.uk/products/tableware/service/interesting-facts/the-world-of-coffee/coffee-trends.html

·       https://laboratorioespresso.it/en/trends-2019/

·       http://mebo.combiphar.com/tentang-mebo-1