Dari sekian banyak adat, budaya dan kebiasaan masyarakat Indonesia yang kaya dan membanggakan, ada satu hal yang terkadang cukup menggelikan namun tetap banyak diikuti dan dianut oleh masyarakat yaitu MITOS! 

Ayo ngacung siapa yang sampai sekarang masih banyak menjalankan mitos-mitos lama anjuran para sesepuh keluarga? 

Jujur aku salah satu yang masih suka menjalankan beberapa yang masuk akal dilogikakan dengan keadaan. Seperti “Jangan duduk di tengah pintu, nanti sulit jodoh”. Ya aku sih nurut, karena kalau masih nongkrong di tengah pintu juga, ada orang lewat kasian nggak kebagian jalan. Bukan karena takut sulit jodoh, karena aku sudah menikah. 

Namun kalau berkaitan tentang pengibatan, aku sudah benar-benar mulai tutup telinga. Salah satu contohnya “Kalau kena luka bakar kasih pasta gigi, margarin, kecap, minyak goreng dan sebagainya”. Duh, era sudah digital dan serba cepat, canggih dan efisien. 



Pagi mandi di Jakarta sore makan di Banjarmasin, masak iya masih percaya kecap bisa mengobati luka bakar. Tapi...semoderen ini kehidupan masih tetap ada yang masih melukan dan mengikuti anjuran ini loh. 

Belum sampai berpikir dan membahas pada bagian kandungan bahan makanan tersebut, kenapa digunakan untuk mengibati luka bakar. Baru pada tahap bahannya bikin lengket dan bau saja, seharusnya sudah cukup membuat kita berpikir bahwa itu tidak benar. 

Bagaimana sih mengobati dan menangani luka bakar ringan tapi menjengkelkan, karena tetap saja pasti meninggalkan bekas yang terkadang membuat tidak nyaman di kulit? 

Dan aku menjadi salah satu yang beruntung berkesempatann hadir di acara sharing santai “Aksi Nyata Untuk Luka Bakar Anda” yang diadakan oleh MEBO Salep bersama dengan Watsin Indonesia di Mall Margo City Depok, dan mendapat insight baru tentang bagaimana menangani luka bakar ringan dengan tepat. 

Sharing yang menghadirkan dokter spesialis bedah plastik, dr. Aryanto Habibie, SpBP-RE, Mak Tanti Amelia seorang doodler, blogger dan motivator dan Ibu Yosephine Carolline, Brand Manager Combiphar. 

Luka bakar 70% justru terjadi ditempat yang kita anggap paling aman, yaitu di rumah. Kecelakaan yang mengakibatkan luka barkar bisa terjadi saat memasak, bisa karena minyak panas, air panas dan sebagainya. Saat menyetrika, tersenggol knalpot, bahan kimia dan lain-lain. 

Menurut dokter Aryanto, luka bakar ada memiliki beberapa tingkatan kondisi keparahan, tingkat pertama yaitu terkena sinar matahari. Sedangkan luka bakar karena insiden adalah luka bakar tingkat lanjut, yang diklasifikasikan berdasarkan bearan luka dan dampak. 

Fase paling penting dalam menangani penderita luka bakar adalah saat penanganan pertama. Penangan pertama akan menentukan luka tidak akan meningalkan bekas luka yang parah pada kulit, infesi, rasa sakit dan penyembuhan yang lama. 

Berikut tahapan yang bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama pada luka bakar : 

  • Pertama bersihkan atau siram dengan air dingin bagian yang terkena. Kalau yang terkena cukup luas dan agak banyak, siram agak lama di bawah air mengalir 
  • Lanjutkan dengan mongoles salep khusus untuk luka bakar. Salep yang memiliki ingredients yang berfungsi untuk mengobati, membuat luka tetap moist, menvegah infeksi, mempercepat penyembuhan. Bila luka mengalami penggelumbungan jaringan kulit, keluarkan cairannya tanpa mengelupas lapisan kulit luar. 

Banyak yang beranggapan luka bakar yang sudah mengering dan menjadi koreng dianggap sudah sembuh, padahal anggapan ini tidak benar. Luka justru harus dijaga kelembabannya untuk mempercepat penyembuhan tanpa infeksi dan efek yang lebih buruk.
 


Penting untuk diketahui, menurut dokter Aryanto banyak kasus luka bakar yang semakin parah dan berlajut menjadi luka bakar serius justru awalnya hanya luka bakar ringan yang disepelekan, serta salah penanganan awal. 

Hem...jadi ingat dulu pernah terkena knalpot dan saat luka mengering sudah aku anggap sembuh. Padahal masih terasa gatal dan selalu akhirnya garuk spontan dan kembali menjadi luka basah berdarah yang makin lama sembuhnya. 

Jadi jangan pernah ulangi mitos-mitos lama yang menyarankan luka bakar diberi bahan-bahan “ajaib” mulai kecap, mentega, pasta gigi, tepung dan lain-lain. Memang bisa menyerap panas sementara, namun kondisi tidak higienis bahan-bahan tersebut akan berdampak buruk jangka panjang. 

Terus aku ingat bibiku yang tinggal di desa masih menjadi salah satu pelaksana mitos ini sampai sekarang dan seakan susah lepas dari ketergantungan mitos ini. Namun apakah hanya orang desa yang memang masih minim terjangkau informasi yang sudah insyaf dari mitos obat ajaib luka bakar? 

Ternyata dari sharing mak Tanti, bahkan orang di kota pun masih banyak yang belum insyaf dari mitos ini loh. Dari pengalamannya mengajar anak-anak membuat prakarya di beberapa tempat, yang membuat mak Tanti tahu bahwa masih banyak orang masih salah kaprah dalam menangani luka bakar. 

Bahkan ada yang dengan keyakinan tak terbantahkan menyetok seperti tepung secara khusus hanya untuk menangani luka bakar yang mungkin terjadi secara mendadak saat anak-anak beraktivitas mebuat karya di sekolah. 

Jadi sangat PR memang mensosialisasikan hal ini kepada orang di sekitar kita, minimal keluarga. Bahwa yang harus dilakukan adalah dengan menyetok salep luka bakar, salah satu merek yang bisa menjadi pilihan adalah MEBO salep luka bakar dari Combiphar. 



Kenapa MEBO? 

  • MEBO mengandung ingredients dari bahan nabati yang aman untuk digunakan. Minyak wijen yang melembabkan kulit. Rimpang Coptidis, Phellonderi serta akar scutellarie yang bermanfaat meredakan nyeri luka bakar dan meregerasi sel kulit. Tdak mengandung antibiotik yang tidak diperlukan dalam pengobatan awal. 
  • Memiliki kelebihan pada wanginya yang sangat kuat seperti selai kacang, yang saat menggunakan justru serasa membuat meningkatkan selera negmil. Formulanya ringan dan mudah meresap. 
  • Disistribusikan sejak 2006 oleh salah satu perusahaan kesehatan terkemuka Combiphar, MEBO sudah terdaftar di BPOM dan telah tersebar di 73 Negara, seperti Mesir, New Zealand, Uni Emirat Arab dan lain-lain. 
  • Tahan lama hingga 3 tahun dengan penyimpanan yang baik dalam suhu ruangan. 
  • Mudah didapatkan di mana-mana dan sekarang sudah tersedia di cabang-cabang Watson Indonesia. Dan dalam rangka peluncurannya di Watson Indonesia, MEBO dan Watson memberikan promo khusus potongan harga Rp 15.000 dari Rp 96.500 menjadi Rp 81.500 selama dari 15 Maret – 15 April 2109. 
  • Voucher potongannya bisa didapat di di Watson Kelapa Gading selama periode 22-24 Maret 2019. Pondok Indah Mall selama periode 15-17 Maret 2019 san Mall MArgo City Depok selama periode 29-31 Maret. 

Jadi mulai sekarang, jangan lupa menambahkan MEBO dalam kotak P3K kita dan tentunya tak lupa mengingatkan orang-rang terdekat dan keluarga untuk insyaf pada mitos.