Knalpot kendaraan (exhaust/muffler) dapat menyebabkan luka bakar yang cukup parah pada kulit. Penanganan yang tepat dapat menghindari terjadinya infeksi dan mempercepat kesembuhan.

Luka bakar akibat bersentuhan dengan knalpot kendaraan yang panas (biasanya dari motor) sering terjadi pada anak-anak. Kemampuan motorik dan pemahaman anak-anak yang masih kurang mengenai bahaya knalpot kendaraan, menjadi penyebab mengapa hal ini sering terjadi. Luka bakar jenis ini umumnya muncul pada kaki, terutama di bagian bawah lutut.

Keseriusan Luka Bakar

Ketika ada yang mengalami luka bakar akibat knalpot kendaraan, segera amati seberapa serius luka bakar yang terjadi. Usahakan agar tetap tenang dengan cara memberinya minum untuk menenangkan diri.

Dalam membahas luka bakar, kita perlu melihat derajat luka bakar dengan kriteria berdasarkan American Burn Association Guideline berikut:

  1. Luka bakar derajat satu: kulit yang terbakar hanya bagian luarnya saja (epidermis). Kulit terlihat memerah, bengkak, nyeri, dan tanpa ada kulit yang terkelupas.
  2. Luka bakar derajat dua: kulit yang terbakar mengenai epidermis dan beberapa bagian dari dermis yang mengakibatkan rasa sakit, memerah, bengkak, dan ada bagian yang melepuh atau menggelembung (bulla).
  3. Luka bakar derajat tiga: luka bakar yang mengenai seluruh epidermis dan dermis. Bentuknya menghitam atau justru putih dan kulit mati rasa karena ujung-ujung sel sarafnya ikut terbakar.
  4. Luka bakar derajat empat: luka bakar yang mengenai lapisan subdermis dan lapisan di bawahnya (bahkan bisa mengenai otot dan tulang).

Luka bakar akibat knalpot kendaraan (muffler burn) umumnya masuk dalam kategori luka bakar derajat satu, sehingga biasanya pada luka bakar derajat ini tidak diperlukan perawatan sampai ke unit gawat darurat (UGD).

Cara Mengatasi Luka Bakar Akibat Knalpot Kendaraan

Merawat luka bakar membutuhkan teknik tersendiri agar tidak menimbulkan infeksi atau kondisi yang makin parah. Berikut langkah-langkahnya:

  • Lakukan pendinginan area yang terbakar dengan air kran yang mengalir selama kurang lebih 15 menit. Jangan gunakan es karena dapat menyebabkan perubahan suhu yang terlalu mendadak.
  • Oleskan gel aloe vera sebagai pendingin, salep antibiotik untuk menghindari terjadinya infeksi, atau oleskan Mebo, salep luka bakar dengan aroma wijen yang mengandung bahan alam untuk membantu meringankan luka bakar ringan.
  • Balut luka bakar dengan kain kasa atau plester khusus luka bakar untuk melindungi area luka. Jangan terlalu ketat membalutnya agar peredaran darah tetap lancar.