Tahukah Anda? Angka kejadian luka bakar di Indonesia adalah sebesar 2,9% dan sekitar 69% luka bakar terjadi di dalam rumah. Hampir seperempatnya disebabkan oleh cipratan minyak panas dan tumpahan air panas. Penyebab lain adalah kontak dengan peralatan masak yang panas, setrika, api, rokok, paparan sinar matahari, tersengat listrik, atau terpapar zat kimia. Hal-hal tersebut terdapat di sekeliling kita.

Aktivitas di dalam rumah banyak bersentuhan dengan benda panas, mulai dari memasak, merebus air, menyetrika hingga menyalakan kompor gas. Dengan demikian, tidak mengherankan jika kecelakaan akibat benda panas sangat rentan terjadi di dalam rumah. Belum lagi luka bakar akibat knalpot motor, yang biasanya banyak dialami saat berpergian.

Korban luka bakar biasanya mengalami rasa nyeri, serta ditandai dengan kulit kemerahan, melepuh, dan bengkak. Pertolongan pertama pada kecelakaan akibat luka bakar harus dilakukan sesegeramungkin. Mengapa demikian? Penanganan luka bakar harus dilakukan sejak fase awal hingga penyembuhan, untuk menghindari kerusakan kulit. Luka bakar yang tak segera mendapat pertolongan berpotensi menjadi semakin parah dan mudah terjadi infeksi.

Pertolongan luka bakar dikategorikan berdasarkan tingkat keparahan.

  1. Luka bakar derajat satu
    - Adalah jenis luka bakar yang paling ringan, luka hanya sebatas lapisan kulit paling luar.
    - Ditandai dengan: kulit kemerahan, nyeri, sedikit bengkak, kulit kering tetapi tidak ada lepuh. Kulit di area yang terkena biasanya berubah pucat jika ditekan. Biasanya dapat sembuh sendiri dalam 5-10 hari.

    What to do?
    - Segera hindari kontak dengan sumber panas.
    - Singkirkan baju atau perhiasan di area yang terkena kontak panas.
    - Kucurkan air mengalir (sekitar 15oC) pada luka bakar sekitar 20 menit, hindari memakai air dingin/es karena justru akan memperparah luka.
    - Jangan gunakan mentega, odol, kecap, bedak, atau apapun yang katanya dapat digunakan untuk luka bakar sebab dapat meningkatkan risiko infeksi.
    - Oleskan salep luka bakar dengan segera untuk menghindari komplikasi luka bakar dan mempercepat proses penyembuhan.
     
  2. Luka bakar derajat dua
    - Kerusakan kulit pada kulit paling luar (epidermis) dan sebagian kulit bagian dalam (dermis).
    - Tandanya: reaksi radang lebih berat, kulit tampak berair disertai lepuh (gelembung berisi cairan). Area juga terasa nyeri akibat iritasi ujung saraf. Permukaan area luka berwarna merah atau pucat, dan agak cembung.
    - Waktu penyembuhan: pada luka bakar derajat dua yang dangkal, dapat sembuh sendiri dalam 10-14 hari. Pada luka bakar derajat dua dalam, yaitu bila folikel rambut, kelenjar keringat dan sebasea terkena meski hanya sebagian kecil, penyembuhan menjadi lebih lama bisa mencapai satu bulan.
     
  3. Luka bakar derajat tiga
    - Ini luka bakar yang paling berat dan mengenai seluruh lapisan kulit hingga jaringan di bawahnya.
    - Tandanya: Tidak ada lagi lepuh dan tidak terasa nyeri karena ujung saraf mengalami kerusakan. Area kulit yang terkena berwarna abu-abu dan pucat, letaknya lebih rendah daripada kulit normal. Folikel rambut, kelenjar keringat dan sebasea ikut rusak.
    - Penyembuhan tergantung keparahan. Untuk kasus parah, biasanya dilakukan transplantasi kulit untuk menggantikan kulit yang hilang.

    What to do?
    Jika luka bakar derajat dua dalam atau derajat tiga:
    - Hindari kontak dengan sumber panas.
    - Singkirkan baju atau perhiasan di area yang terkena kontak panas.
    - Kucurkan air mengalir (sekitar 15oC) pada luka bakar sekitar 20 menit, hindari memakai air dingin/es karena justru akan memperparah luka.
    - Tutup luka bakar dengan plastik bersih untuk mencegah kontak antara jaringan kulit (lapisan terbuka) dengan lingkungan.
    - Segera bawa ke UGD rumah sakit terdekat.

BOKS:
Tips Hadapi Luka Bakar dengan Bijak

  • Berikan pertolongan pertama segera, dengan air mengalir pada bagian yang mengalami luka bakar.
  • Olesi luka bakar dengan salep Mebo® segera untuk meminimalisir rasa nyeri dan membantu meredakan luka bakar. Sifat Mebo® yang mendinginkan luka bakar dengan menyerap rasa panas berlebih dapat mencegah luka bakar tidak meradang. Mebo® merupakan salah satu jenis salep yang dapat membantu meredakan luka bakar tanpa meninggalkan bekas luka yang menganggu penampilan.
  • Istirahat cukup, dan tempatkan bagian yang terkena luka bakar lebih tinggi.
  • Jika ada bula (kulit melepuh), buang cairan dalam bula namun jangan membuang kulit terluarnya kemudian berikan salep Mebo di area luka bakar tersebut.

Referensi:
Evidence based best practice guideline summary. Management of burns and scalds in primary care. New Zealand guidelines group June 2010.

www.mayoclinic.com