Sadarkah Anda bahwa kecelakaan dapat terjadi bahkan di dalam rumah kita? Penyebabnya adalah benda-benda yang sehari-hari kita gunakan. Sebut saja pisau, gunting, setrika, kompor gas, bahkan kucing atau anjing kesayangan Anda. Yuk, kita mengenal serba-serbi tentang apa itu luka.

Luka adalah hilangnya atau rusaknya sebagian jaringan tubuh. Penyebabnya bisa beragam, antara lain benda tajam, benda tumpul, zat kimia, perubahan suhu, sengatan listrik, atau gigitan hewan. Akibatnya, selain hilangnya sebagian fungsi organ, juga bisa terjadi perdarahan, kemungkinan kontaminasi bakteri, bahkan kematian sel.

Sang Pencipta telah membekali diri kita dengan mekanisme alami memulihkan luka. Mekanisme tersebut adalah dengan menghentikan pendarahan, membersihkan sel dan benda asing, serta regenerasi sel sebagai bagian dari proses penyembuhan. Namun untuk mendukung proses penyembuhan juga perlu dilakukan tindakan yaitu dengan membersihkan luka dan melindungi area luka agar bebas dari kotoran. Yang tak kalah penting adalah pertolongan pertama, yang perlu segera dilakukan. Itu sebabnya kita perlu memeriksa kelengkapan kotak obat P3K di rumah.

Mengenal Jenis Luka Berdasarkan kedalaman dan luasnya, luka terbagi menjadi 4 stadium;
  • Stadium I
    Ini adalah luka yang terjadi pada lapisan epidermis kulit.
  • Stadium II
    Menyebabkan hilangnya lapisan kulit pada lapisan epidermis dan bagian atas dari dermis. Merupakan luka superficial, namun terdapat bagian kulit yang hilang.
  • Stadium III
    Ditandai dengan hilangnya kulit keseluruhan. Kerusakan jaringan dapat meluas sampai bawah. Luka pada lapisan epidermis, dermis dan fasia tetapi tidak sampai mengenai otot.
  • Stadium IV
    Luka jenis ini mencapai lapisan otot, bahkan tulang dengan adanya destruksi/kerusakan yang luas.
Sedangkan berdasarkan mekanisme terjadinya, luka dibagi menjadi:
  1. Luka insisi: disebabkan oleh benda tajam, misalnya luka akibat proses pembedahan.
  2. Luka memar: terjadi akibat benturan sehingga menyebabkan cedera pada jaringan lunak, perdarahan dan bengkak.
  3. Luka lecet: terjadi akibat kulit bergesekan dengan benda lain.
  4. Luka tusuk: terjadi akibat adanya benda tajam yang masuk ke dalam kulit dengan diameter yang kecil.
  5. Luka gores: terjadi akibat benda tajam seperti kaca atau kawat.
  6. Luka tembus: luka yang menembus organ tubuh, biasanya pada bagian awal luka masuk diameternya kecil tetapi pada bagian ujung lukanya akan melebar.
  7. Luka bakar: luka akibat kontak dengan suhu panas seperti api, matahari, listrik, maupun bahan kimia.
Fase Penyembuhan Luka

Proses penyembuhan luka terjadi melalui beberapa fase: fase inflamasi, proliferasi, dan remodeling.

Saat kita mengalami luka, tubuh akan mengeluarkan darah akibat robeknya pembuluh darah. Pada luka ringan, darah akan berhenti keluar dalam beberapa saat. Ini adalah proses yang kompleks. Pembekuan darah dimulai ketika keping-keping darah dan faktor-faktor lain dalam plasma darah kontak dengan permukaan yang tidak biasa, misalnya pembuluh darah yang rusak atau terluka.

Pada saat terjadi luka pada permukaan tubuh, komponen darah, yaitu trombosit akan bak ‘tentara’ yang siaga berkumpul pada bagian yang terluka dan akan menggumpal sehingga dapat menyumbat dan menutupi luka. Di dalam plasma darah terdapat trombosit yang akan pecah apabila menyentuh permukaan yang kasar. Jika trombosit pecah, enzim tromboplastin yang dikandungnya akan keluar bercampur dengan plasma darah.

Selain trombosit, di plasma darah terdapat protombin. Protombin akan diubah menjadi trombin oleh enzim trombokinase. Perubahan protombin menjadi trombin dipicu oleh ion kalsium (Ca2+). Protombin adalah suatu protein plasma yang pembentukannya memerlukan vitamin K. Trombin akan berfungsi sebagai enzim yang dapat mengubah fibrinogen menjadi fibrin. Fibrinogen adalah suatu protein yang terdapat dalam plasma. Adapun fibrin adalah protein berupa benang-benang yang tidak larut dalam plasma. Benang-benang fibrin yang terbentuk akan saling bertautan sehingga sel-sel darah merah beserta plasma akan terjaring dan membentuk gumpalan. Jaringan baru akan terbentuk menggantikan gumpalan tersebut dan luka akan menutup.

Pada fase akhir (remodelling) terjadi proses pematangan yang terdiri dari penyerapan kembali jaringan yang berlebih, pengerutan sesuai dengan gaya gravitasi, dan akhirnya penataan kembali jaringan yang baru terbentuk. Sel yang meradang diserap, sel muda menjadi matang, kapiler baru menutup, kolagen yang berlebih diserap dan sisanya mengerut sesuai dengan regangan yang ada. Pada akhir fase ini, kulit mampu menahan regangan sekitar 80% kemampuan kulit normal, dalam waktu 3-6 bulan setelah penyembuhan.

BOKS: Tips Mempercepat Penyembuhan

Meskipun tubuh sudah dibekali dengan mekanisme alami, namun kita perlu melakukan tindakan optimal dalam menyembuhkan luka seperti dibutuhkannya suasana yang lembab untuk mempercepat proses penyembuhan. Tips untuk pertolongan pertama dimulai dengan membersihkan luka dengan air mengalir selama kurang lebih 10 menit kemudian mengoleskan Mebo tepat di area luka. Kebanyakan orang berpikir kalau luka itu harus kering agar cepat sembuh padahal suasana kering menyebabkan jaringan baru sulit tumbuh sehingga proses penyembuhan lama dan sering menimbulkan bekas.


Referensi:
  • http://www.webmd.com/first-aid/tc/home-treatment-for-second-degree-burns-topic-overview
  • http://www.healthline.com/health/burns
  • http://lifestyle.kompas.com/read/2014/11/06/113500523/Jangan.Percaya.Mitos.Ini.untuk.Atasi.Luka.Bakar