Hati-Hati Terhadap Sinar Matahari

 

Sinar matahari memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Namun sinar matahari juga dapat memberikan dampak buruk jika kita tidak berhati-hati.

 

Matahari memberikan cahaya yang dibutuhkan oleh makhluk di permukaan bumi ini untuk hidup dan bertumbuh. Namun kita perlu tahu bahwa sinar matahari yang sering kita sebut dengan nama ‘ultraviolet’ atau UV, merupakan radiasi gelombang elektromagnetik yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan. 

 

Waspada terhadap sinar UV

Ada tiga jenis gelombang sinar matahari, yaitu UVA, UVB, dan UVC. Sinar yang paling umum dengan gelombang panjang adalah UVA, sinar ini dapat menembus kaca, bahkan masuk hingga ke bawah kulit kita. Lalu ada UVB dengan panjang gelombang sedang, memiliki pancaran gelombang lebih terbatas namun dapat menyebabkan sunburn atau luka terbakar di permukaan kulit. Terakhir adalah UVC yang sangat berbahaya, namun karena gelombangnya pendek, ia tak dapat menembus lapisan ozon di atmosfir bumi.

 

Dampak buruk sinar matahari

Kita ketahui bahwa sinar matahari dapat membantu tubuh untuk menghasilkan vitamin D yang sangat diperlukan dalam menjaga kesehatan tulang. Untuk itu, kita memang perlu berjemur, namun tentunya tak perlu berlama-lama, cukup 15 menit sehari saja. Terlalu lama di bawah sinar matahari tanpa perlindungan dapat memberikan dampak buruk sebagai berikut:

 

1. Perubahan warna dan kondisi kulit. Sel kulit bereaksi terhadap sinar matahari secara berlebihan sehingga menghasilkan bercak-bercak hitam atau tahi lalat yang berpotensi menjadi kanker kulit di kemudian hari.

 

2. Mempercepat penuaan. Terkena sinar matahari terlalu lama tanpa perlindungan juga dapat membuat sel-sel kulit lebih cepat menua, menghasilkan kerutan atau bercak gelap yang mengganggu.

 

3. Kerusakan mata. Sinar UV juga dapat merusak jaringan pada mata, terutama lapisan kornea mata dan membuat pandangan menjadi buram. Lama kelamaan, kondisi ini dapat menyebabkan katarak, yang jika dibiarkan berpotensi terjadi kebutaan.

 

4. Serangan panas atau heat stroke. Suhu tubuh dapat meningkat secara mendadak dalam waktu singkat ketika mengalami panas berlebih akibat terpapar sinar matahari. Kondisi ini dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani. Biasanya penderita tiba-tiba mengalami pusing, lemas, bahkan pingsan. 

 

5. Kulit terbakar. Jika setelah berada di bawah sinar matahari kulit kita memerah, panas, sakit, gatal, atau mengelupas, kemungkinan Anda mengalami kulit terbakar. Apabila terjadi luka bakar karena sinar matahari berlebih, anda bisa mengoleskan salep luka bakar seperti Mebo. Mebo adalah salep luka bakar yang mengandung bahan alam untuk membantu meringankan luka bakar ringan.

 

Hindari sinar matahari berlebih

Hati-hati ketika anda keluar dan berada di bawah sengatan sinar matahari. Jika kita harus melakukan kegiatan luar ruang, sebaiknya lakukan pencegahan sebagai berikut:

·         Oleskan sunscreen yang memiliki SPF atau sun protection factor minimal 15, ke bagian tubuh yang akan terpapar sinar matahari 30 menit sebelum ke luar ruangan.

·         Hindari terlalu lama di bawah sinar matahari terutama pada pukul 10 pagi hingga jam 4 sore karena sinar matahari sangat kuat di jam-jam tersebut.

·         Jika memungkinkan, selalu berada di tempat yang teduh, atau berteduhlah sesekali.

·         Gunakan pakaian atau aksesoris yang dapat membantu melindungi tubuh, misalnya topi, kacamata hitam yang dapat melindungi dari sinar UV, atau pakaian yang lebih banyak menutup bagian tubuh.

 

Referensi:

·         https://familydoctor.org/effects-early-sun-exposure/

·         https://www.unitypoint.org/livewell/article.aspx?id=9a64f6ba-8855-44dd-82d7-fe32b00f4e06