Anak-anak, terutama yang masih berusia balita, senang bereksplorasi dan bermain. Tak heran jika rasa penasaran mereka sangat tinggi, sedangkan pemahaman mengenai bahaya masih belum baik.

Orangtua dengan anak balita memang harus ekstra waspada saat mengawasi anak yang sedang bereksplorasi di sekitar rumah. Hendaknya selalu siap menjaga anak-anak dari kemungkinan terjadinya kecelakaan di rumah, termasuk luka karena terbakar. Banyak hal yang dapat menyebabkan luka bakar pada anak di rumah. Berikut adalah beberapa hal yang sebaiknya menjadi perhatian orang dewasa untuk menghindarkan anak dari bahaya luka bakar yang dapat berakibat fatal.

1. Tersiram air panas

Kulit anak yang masih tipis merupakan bagian yang sensitif dan sangat rentan terhadap panas. Luka bakar karena tersiram air panas masuk dalam kategori luka bakar termal, yaitu luka yang disebabkan kontak langsung dengan api atau cairan yang bersuhu tinggi. Luka bakar jenis ini adalah yang paling sering terjadi pada anak di rumah.

Untuk menghindarinya, usahakan untuk selalu menjauhkan anak dari sumber cairan panas. Misalnya ketika Anda sedang membuat minuman atau makanan menggunakan air panas, atau ketika mempersiapkan air mandinya. Anak yang banyak bergerak dapat menyebabkan Anda kurang konsentrasi dan dapat menyebabkan anak tersiram air panas. 

2. Terkena aliran listrik (kesetrum)

Luka bakar karena aliran listrik merupakan luka bakar elektrik yang disebabkan adanya kontak dengan arus listrik. Luka bakar jenis ini sangat berbahaya karena dipengaruhi oleh tinggi rendahnya tegangan arus listrik. Jika terjadi dalam waktu cukup lama, akan berakibat fatal pada anak. 

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering abai dengan adanya colokan listrik yang tidak aman untuk anak. Oleh karena itu, pastikan untuk memasang pengaman pada kontak listrik di rumah dan segera mencabut peralatan listrik dari kontaknya setelah selesai dipergunakan, untuk menghindari kemungkinan anak kena setrum.

3. Terkena panas catokan (hair straightener) atau setrikaan

Alat catokan untuk meluruskan rambut, juga setrikaan, memiliki bagian yang terbuat dari lempeng logam dan dapat menghasilkan panas hingga lebih dari 100 derajat Celcius. Alat-alat ini, jika berada dalam posisi yang masih terjangkau oleh mereka, dapat menimbulkan rasa penasaran untuk memegangnya. Selalu awasi penggunaan alat-alat ini, terutama ketika ada anak-anak di sekitar Anda. 

4. Menginjak puntung rokok

Walaupun merokok di sekitar anak sangat tidak dianjurkan karena asapnya dapat membahayakan kesehatan mereka, namun masih saja ada orang dewasa yang melakukan kegiatan ini dengan anak-anak di sekitar mereka. Puntung rokok yang belum mati secara sempurna dan dibuang sembarangan dapat menyebabkan luka bakar pada kaki anak. Matikan puntung rokok dengan benar dan buanglah ke tempat sampah. Biasakan juga agar anak selalu menggunakan alas kaki ketika bermain di halaman.

5. Terkena minyak panas di dapur

Kecelakaan termal paling banyak terjadi di dapur, salah satunya adalah terkena percikan minyak panas kala ibu atau asisten RT sedang memasak. Minyak panas yang terkena kulit dapat langsung memperlihatkan warna kemerahan. Segera taruh di bawah aliran air keran selama kurang lebih 15 menit untuk menurunkan suhunya. Sebaiknya, arahkan anak untuk bermain di ruang keluarga dan tidak masuk ke dapur kala ada yang sedang memasak.

Penanganan tepat untuk luka bakar pada anak

Luka bakar ringan (derajat 1), dapat sembuh dalam kurun waktu kurang lebih 1 minggu. Luka bakar sedang (derajat 2), memerlukan waktu yang lebih lama yaitu sekitar 20 hari. Cepat atau lambatnya kesembuhan luka bakar juga tergantung pada penanganan ketika dilakukan pertolongan pertama. 

Berikut adalah cara tepat menangani luka bakar pada anak di rumah:

  • Jangan panik, segera jauhkan anak dari sumber panas seperti air panas, minyak panas, catokan, setrikaan, atau api.
  • Dinginkan bagian tubuh yang terluka di bawah kran yang mengalir selama 10-20 menit. Jangan gunakan air es atau bahan lain seperti mentega, odol dan kecap karena dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan kerusakan jaringan yang lebih parah.
  • Jika ditemukan gelembung pada luka (bula), segera bawa anak ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.
  • Berikan salep luka bakar Mebo yang dapat digunakan pada anak usia > 12 tahun dan tidak mengandung antibiotik. Mebo terbuat dari bahan alam aktif yang dapat membantu meringankan luka bakar ringan. Oleskan Mebo pada luka bakar setiap 4-6 jam sampai luka bakar sembuh.
  • Jika anak rewel karena merasa nyeri, berikan obat untuk mengurangi rasa nyeri seperti parasetamol. 

Selalu jauhkan anak dari benda-benda yang dapat menyebabkan luka, termasuk luka bakar. Selalu awasi mereka saat sedang bermain. 

Referensi: